Senin, 21 Mei 2018

MANAJEMEN PEMASARAN

NAMA : ANI
MATA KULIAH : MANAJEMEN PEMASARAN


2 APRIL 2018
PERTEMUAN KE 15
MEMBENTUK POSISIONING MEREK

1.    Coba anda jelaskan, Apa yang dimaksud membentuk positioning merek?
Jawaban :
Positioning merek adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan agar mendapatakan tempak khusus dalam pikiran pasar sasaran. Tujuannya adalah menempatkan merek dalam pikiran konsumen untuk memaksimalkan manfaat patensial bagi perusahaan.
2.    Sejauh yang sudah anda pelajari bagaimana perusahaan dapat memilih dan mengomunikasikan positioning yang efektif di pasar?
Jawaban :
Semua stategi pemasaran dibuat berdasarkan STP ( segmentasi, penentuan sasaran (targeting), dan positioning). Perusahaan menemukan beragam kebutuhan dan kelompok di pasar, membidik mana yang dapat dipenuhi oleh perusahaan secara superior,dan kemudian memposisikan penawarannya agar pasar sasaran mengenali kelebihan dari penawaran dan citra perusahaan. Jika perusahaan melakukan positioning dengan buruk, pasar akan bingung.
Positioning adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan agar mendapatkan tempat khusus dalam pikiran pasar sasaran. Tujuannya adalah menempatkan merek dalam pikiran konsumen untuk memaksimalkan manfaat potensial bagi perusahaan. Positioning merek yang baik membantu memandu strategi pemasaran dengan cara memperjelas esensi merek, tujua apa yang dapat diraih pelanggan dengan bantuan merek, dan bagaimana menjalankannya secara unik. Semua orang dalam organisasi harus memahami positioning merek dan menggunakannya sebagai konteks untuk membuat keputusan.
Hasil positioning adalah terciptanya dengan sukses suatu proposisi nilai yang terfokus pada pelanggan, suatu alasan kuat mengapa pasar sasaran harus membeli produk bersangkutan

3.    Bagi suatu perusahaan, bagaimana merek didiferensiasikan?

Minggu, 20 Mei 2018

MANAJEMEN PEMASARAN

NAMA : ANI
MATA KULIAH : MANAJEMEN PEMASARAN

19 MARET 2018

PERTEMUAN KE 13
MENCIPTAKAN EKUITAS MEREK

1.    Bagaimana perusahaan mengungkapkan apa yang dimaksud dengan merek?
Jawaban :
Merek adalah suatu nama,simbol,tanda desain atau gabungan di antaranya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa lainnya. Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi
2.    Bagi manjer perusahan bagaimana penempatan merek bisa berhasil?
Jawaban :
Penetapan (Branding) adalah memberikan kekuatan merek kepada produk dan jasa. Penetapan merek adalah tentang menciptakan perbedaan antar produk. Pemasar harus mengajarkan tentang “siapa” produk itu kepada konsumen dengan memberikan namanya dan elemen merek lain untuk mengidentifikasi produk begitu pula dengan apa yang dilakukan produk dan mengapa konsumen harus mempertahankan
3.    Jelaskan pemahaman anda tentang maksud dari ekuitas suatu merek?
Jawaban :
Ekuitas merek (brand equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa. Ekuitas merek dapat tercermin dalam cara konsumen berpikir, merasa dan bertindak dalam hubungannya dengan merek, dan juga harga, pangsa pasar dan profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan. 
4.    Sejauh yang sudah anda dalami bagaimana ekuitas merek dibangun, dan diukur?
Jawaban :
·      Membangun ekuitas Merek
Pemasar membangun  ekuitas merek dengan menciptakan struktur pengetahuan merek yang tepat dan komsumen yang tepat. Proses ini tergangtung pada semua kontak yang berkaitan dengan merek apakah diprakarsai oleh pemasar atau tidak. Akan tetapi, dari sudut pandang manajemen pemasaran, ada tingkat perangkat utama pendorong ekuitas merek:
Ø Pilihan awal atas unsur – unsur merek atau identitas membentuk merek
Ø Produk dan layana serta semua aktivitas pemasaran yang menyertai program pemasaran yang mendukung.
Ø Asosiasi lain yang secara tdak langsung dialihkan ke merek dengan menautkannya dengan beberapa entitas yang lain.
·       Mengukur Ekuitas Merek
Karena kekuatan merek terletak dalam pikiran konsumen dan cara merek mengubah respons konsumen terhadap pemasaran, ada dua pendekatan dasar untuk mengukur ekuitas merek. Pendekatan tidak langsung menilai sumber ekuitas merek yang potensial dengan megidentifikasi dan melacak struktur pengetahuan merek konsumen. Pendekatan langsung menilai dampak aktual pengetahuan merek terhadap respons konsumen pada berbagai aspek pemasaran.
Ø Audit merek (brand audit) adalah sederet prosedur yang berfokus pada konsumen untuk menilai kesehatan merek, mengungkap sumber ekuitas mereknya, dan menyarankan cara untuk meningkatkan dan mengangkat ekuitasnya. Pemasar harus melaksanakan audit merek kapanpun mereka ingin melakukan perubahan penting dalam arah strategis. Audit adalah pendukung yang sangat berguna untuk para manajer ketika mereka menetapkan rencana pemasaran mereka.
Ø Studi penelusuran merek(brand-tracking studies) mengumpulkan data kuantitatif dari konsumen secara rutin sepanajang waktu untuk memberikan informasi dasar yang konsisten tentang bagaimana kinerja merek dan program pemasaran mereka pada aspek-aspek kunci. Studi penelusuran merupakan alat untuk memahami di mana, berapa banyak, dan dengan cara apa nilai merek diciptakan, untuk memfasilitasi pengambilan keputusan harian.
Ø Penilaian Merek
Pemasar harus membedakan ekuitas merek dengan penilaian merek ( brand valuation), yaitu pekerjaan memperkirakan nilai keuangan total dari merek.

26 MARET 2018
PERTEMUAN 14
MENGELOLA EKUITAS MEREK & EKUITAS PELANGGAN
1. Jelaskan bagaimana Mengelola Ekuitas Merek dengan baik?
Jawaban :
Pengelolaan merek yang efektif membutuhkan tindakan pemasaran jangkan panjang. Karena respons pelanggan terhadap aktivitas pemasaran tergantung pada apa yang mereka ketahui tentang sebuah merek, tindakan pemasaran jangka pendek, dengan mengubah pengetahuan merek, sangat mempengaruhi peningkatan atau penurunan kesuksesan jangka panjang tindakan pemasaran di masa depan.
2. Apa yang dimaksud Revitalisasi Merek?
Jawaban :
Perubahan selera dan preferensi konsumen, kemunculan pesaing baru atau teknologi baru, atau semua perkembangan dalam lingkungan pemasaran dapat mempengaruhi peruntungan merek.
Sering kali, hal pertama yang harus dilakukan dalam merevitalisasi merek adalah memahami sumber-sumber apa dari ekuitas merek yang bisa dipakai sebagai awal langkah. Apakah asosiasi yang positif kehilangan kekuatan atau keunikannya? Apakah asosiasi negatif mulai dikait-kaitkan dengan merek? Lalu putuskan apakah kita akan mempertahankan positoning yang sama atau menciptakan positioning baru, dan jika demikian, positoning baru yang mana.
3. Merencanakan Strategi Penetapan Merek
Strategi penetapan merek perusahaan mencerminkan jumlah dan jenis baik elemen merek umum maupun unik yang diterapkan perusahaan pada produk yang dijualnya. Memutuskan cara menetapkan merek produk baru merupakan hal yang sangat penting. Dalam memperkenalkan sebuah produk baru, perusahaan  setidaknya mempunyai tiga pilihan utama yakni ; dapat mengembangkan elemen merek baru untuk produk baru,  dapat menerapkan beberapa elemen mereknya yang sudah ada, dan dapat menggunakan kombinasi elemen merek baru dan yang ada.
4. Apa yang dimaksud Ekuitas Pelanggan?
Ekuitas pelanggan merupakan konsep pelengkap untuk ekuitas merek yang merefleksikan jumlah dari nilai - nilai seumur hidup dari seluruh pelanggan untuk sebuah merek.

Kamis, 03 Mei 2018

Manajemen SDM

Pertemuan 11
PENILAIAN PRESENTASI KERJA
1.apa yang dimaksud penilaian prestasi kerja?
Jawaban :
Penilaian prestasi kerja adalah sebagai penyedia informasi yang sangat membantu dalam membuat dan menerapkan keputusan-keputusan seperti promosi jabatan, peningkatan gaji, pemutusan hubungan kerja dan transfer
2. apa manfaat penilaian prestasi kerja untuk personal/individu ?
Jawaban :
Perbaikan Prestasi Kerja. Umpan balik pelaksanaan kerja memungkinkan karyawan, manajer dan departemen personalia dapat memperbaiki kegiatan-kegiatan mereka demi perbaikan prestasi kerja.
Penyesuaian-penyesuaian kompensasi. Evaluasi prestasi kerja membantu para pengambil keputusan dalam menentukan kenaikan upah, pemberian bonus dan bentuk kompensasi lainnya.
Keputusan-keputusan penempatan. Promosi, transfer dan demosi biasanya didasarkan pada prestasi kerja masa lalu atau antisipasinya. Promosi sering merupakan bentuk penghargaan prestasi kerja masa lalu.
Kebutuhan-kebutuhan latihan dan pengembangan. Prestasi kerja yang jelek mungkin menunjukkan kebutuhan latihan. Demikian juga, prestasi yang baik mungkin mencerminkan potensi yang harus dikembangkan.
Perencanaan dan pengembangan karir. Umpan balik prestasi kerja seseorang karyawan dapat mengarahkan keputusan-keputusan karir, yaitu tentang jalur karir tertentu yang harus diteliti.
Penyimpangan-penyimpangan proses staffing. Prestasi kerja yang baik atau jelek mencerminkan kekuatan atau kelemahan prosedur staffing departemen personalia.
Ketidakakuratan informasional. Prestasi kerja yang jelek mungkin menunjukkan kesalahan dalam informasi analisis jabatan, rencana sdm, atau komponen-komponen sistem informasi manajemen personalia lainya. Menggantungkan diri pada informasi yang tidak akurat dapat mengakibatkan keputusan-keputusan personalia yang diambil menjadi tidak tepat.
Kesalahan-kesalahan desain pekerjaan. Prestasi kerja yang jelek mungkin merupakan suatu tanda kesalahan dalam desain pekerjaan. Penilaian prestasi membantu diagnose kesalahan-kesalahan tersebut.
Kesempatan kerja yang adil. Penilaian prestasi kerja secara akurat akan menjamin keputusan-keputusan penempatan internal diambil tanpa diskriminasi.
Tantangan-tantangan eksternal. Kadang prestasi kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar lingkungan kerja, seperti; keluarga, kesehatan, kondisi financial atau masalah-masalah pribadi lainya. departemen personalia dimungkinkan untuk  menawarkan bantuan kepada semua karyawan yang membutuhkan
3. Sebutkan tahapan-tahapan penilaian presentasi kerja ?
Jawaban :
I Tahap persiapan terdiri dari tahap rinci yaitu:
Penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggungjawab
Penetapan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja
Pengukuran kinerja sesungguhnya
II Tahap penilaian terdiri dari tiga tahap rinci :
Pembandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan
sebelumnya
Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang
ditetapkan dalam standar
Penegakan prilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk
mencegah perilaku yang tidak diinginkan.
4. Sebutkan metode-metode penilaian presentasi kerja?
Jawaban :
a. Sistem Penilaian (rating system)
Sistem ini terdiri dari dua bagian, yaitu suatu daftar karakteristik, bidang, ataupun perilaku yang akan dinilai dan sebuah skala ataupun cara lain untuk menunjukkan tingkat kinerja dari tiap halnya.
Perusahaan yang menggunakan sistem ini bertujuan untuk menciptakan keseragaman dan konsistensi dalam proses penilaian prestasi kerja.
Kelemahan sistem ini adalah karena sangat mudahnya untuk dilakukan, para manajerpun jadi mudah lupa mengapa mereka melakukannya dan sistem inipun disingkirkannya.
b. Sistem Peringkat (ranking system)
Sistem peringkat memperbandingkan karyawan yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, misalnya: total pendapatan ataupun kemampuan manajemen.
Sistem ini hampir selalu tidak tepat untuk digunakan, karena sistem ini mempunyai efek samping yang lebih besar daripada keuntungannya. Sistem ini memaksa karyawan untuk bersaing satu sama lain dalam pengertian yang sebenarnya. Pada kejadian yang positif, para karyawan akan menunjukkan kinerja yang lebih baik dan menghasilkan lebih banyak prestasi untuk bisa mendapatkan peringkat yang lebih tinggi.
Sedangkan pada kejadian yang negatif, para karyawan akan berusaha untuk membuat rekan sekerja (pesaing)-nya menghasilkan kinerja yang lebih buruk dan mencapai prestasi yang lebih sedikit dibandingkan dirinya.
c. Sistem berdasarkan tujuan (object-based system)
Berbeda dengan kedua sistem diatas, penilaian prestasi berdasarkan tujuan mengukur kinerja seseorang berdasarkan standar ataupun target yang dirundingkan secara perorangan. Sasaran dan standar tersebut ditetapkan secara perorangan agar memiliki fleksibilitas yang mencerminkan tingkat perkembangan serta kemampuan setiap karyawan

Manajemen SDM

Pertemuan 10 PERENCANAAN KARIR

1. Jelaskan apa yang dimaksud perencanaan karir?
Jawaban :
perencanaan karir (career planning) adalah suatu proses dimana individu dapat mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan-tujuan karirnya.
2. Apa manfaat training buat personal/individu?
Jawaban :
a. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas ;
b. Mengurangi waktu pembelajaran yang diperlukan karyawan untuk mencapai standar kerja yang dapat diterima. ;
c. Membentuk sikap, loyalitas, dan kerja sama yang lebih menguntungkan ;
d. Memenuhi kebutuhan perencanaan sumber daya manusia ;
e. Mengurangi frekuensi dan biaya kecelakaan kerja ;
f. Membantu karyawan dalam peningkatan dan pengembangan pribadi.
3. Sebutkan tahapan-tahapan perencanaan karir?
Jawaban :
a. Tahap Penegakan
Tahap ini disebut sebagai tahap penegakan, dimana dalam tahap ini pegawai cenderung akan memenuhi kebutuhan akan rasa aman dalam tahun-tahun pertama menjalankan pekerjaannya. Biasanya berlangsung selama lima tahun pertama dalam masa kerja.
b. Tahap Kemajuan
Pada tahap kemajuan ini pegawai mulai memupuk harga diri, otonomi, dan berusaha untuk dipromosikan. Tahap ini berlangsung kira-kira pada usia 30 sampai 45 tahun.
c. Tahap Pemeliharaan
Pada tahap pemeliharaan ini, kebutuhan adalah yang paling dominan dan pegawai merasa tidak puas terhadap pekerjaannya.
d. Tahap Pensiun
Pada tahap pensiun ini, pegawai mulai diketahui perjalanan karirnya, apakah macet atau memburuk karirnya selama tahap sebelumnya, dan bagi mereka yang mengalami hal tersebut maka pada tahap ini karir mereka tidak bertahan lama. Mereka mulai mengharapkan pensiun dan kesempatan untuk melakukan pekerjaan lain. Dari perjalanan tahap-tahap tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan dan harapan berubah pada saat orang-orang bergerak melalui setiap tahap karir. Lama berlangsungnya setiap adalah bervariasi untuk masing-masing orang.
4. Sebutkan istilah-istilah dalam perencanaan karir?
Jawaban :
a.    Karier (Career)
Seluruh pekerjaan/jabatan yang ditangani atau dipegang selama kehidupan kerja seseorang.
b.   Jalur Karier (Career Path)
Jalur karier adalah pola pekerjaan-pekerjaaan berurutan yang membentuk karier seseorang.
c.    Sasaran-sasaran Karier (Career Goals)
Sasaran karier adalah posisi di waktu yang akan datang dimana seseorang berjuang untuk mencapainya sebagai bagian dari kariernya.
d.   Perencanaan Karier (Career Planning)
Proses melalui mana seseorang memilih sasaran karier dan jalur ke sasaran tersebut.
e.    Pengembangan Karier (Career Development)
Peningkatan-peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karier.

Manajemen Pemasaran

NAMA : ANI
MATA KULIAH : MANAJEMEN PEMASARAN
05 MARET 2018
PERTEMUAN 11
MENGANALISIS PASAR BISNIS

1. Bagaimana pasar bisnis itu, dan apa bedanya dengan pasar konsumen?
Pasar bisnis (Business Market) terdiri dari semua organisasi yang mendapatkan barang dan jasa yang digunakan untuk memproduksi produk atau jasa lain yang kemudian dijual, disewakan, atau dipasok ke organisasi lain.
Karakteristik yang sangat berlawanan dengan pasar konsumen :
-          Pembeli yang lebih sedikit tetapi lebih besar
-          Hubungan pemasok-pelanggan yang lebih erat
-          Pembelian profesional
-          Pengaruh pembelian berganda
-          Panggilan penjualan berganda
-          Permintaan turunan
-          Permintaan inelastis
-          Permintaan yang berfluktuasi
-          Pembeli yang berkonsentrasi secara geografis
-          Pembeli langsung
2. Apa situasi pembelian yang dihadapi pembeli organisasional?
Pembeli bisnis harus memutuskan banyak hal sebelum melakukan pembelian. Ketiga jenis situasi pembeli itu adalah pembeli kembali langsung, pembeli kembali modifikasi, dan tugas baru.
•          Pembelian kembali secara langsung : departemen pembelian langsung melakukan pembelian ulang dari pemasok yang disetujui
•          Pembelian kembali modifikasi : departemen pembelian melakukan modifikasi spesifikasi
•          Tugas baru : pembeli membeli jasa/produk untuk pertama kali
•          Pembelian sistem : pembelian solusi total suatu masalah dari satu penjual.
3. Siapa yang berpartisipasi dalam proses pembelian bisnis-ke-bisnis?
Pusat pembelian meliputi semua anggota organisasi yang memainkan salah satu dari tujuh peran dalam proses keputusan pembelian.
•          Pencetus (initiator) : Pengguna atau orang lain dalam organisasi yang meninta membeli sesuatu.
•          Pengguna (user) : Mereka yang akan menggunakan produk atau jasa
•          Pihak yang mempengaruhi (influencer) : Orang yang mempengaruhi keputusan pembelian, sering dengan membantu mendefinisikan spesifikasi dan menyediakan informasi untuk mengevaluasi alternatif-alternatif.
•          Pengambil keputusan (decider) : Orang yang memutuskan persyaratan produk atau pemasok
•          Pemberi persetujuan (approver) : Orang yang mengotorisasikan tindakan yang direncanakan oleh pengambil keputusan tau pembeli.
•          Pembeli (buyer) : Orang yang mempunyai otoritas resmi untuk memilih pemasok dan mengatur syarat pembelian
•          Penjaga gerbang (gate keeper) : Orang yang mempunyai kekuatan untuk mencegah penjual atau informasi agar tidak menjangkau anggota pusat pembelian.
4. Bagaimana pembeli bisnis mengambil keputusan mereka?
-          Pengenalan msalah
-          Deskripsi kebutuhan umum dan spesifikasi produk
-          Pencarian pemasok
-          Mencari petunjuk
-          Pengumpulan proposal
-          Pemilihan pemasok (Vendor)
-          Spesifikasi pesanan rutin
-          Tinjauan kinerja
5. Bagaimana perusahaan dapat membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan bisnis?
·         Pembelian dan pejualan dasar
·         Pembelian per elemen
·         Transaksi kontraktual
·         Pasokan pelanggan
·         Sistem kerja sama
·         Kolaboratif
·         Adaptif di kedua pihak
·         Pelanggan adalah raja
6. Bagaimana pembeli institusional dan badan pemerintah melakukan pembelian mereka?
·         Pasar institusi terdiri dari sekolah, rumah sakit, rumah perawatan, penjara, dan lembaga lain yang harus menyediakan barang dan jasa kepada orang-orang yang mereka urus. Banyak dari organisasi ini memiliki angaran yang rendah dan kelompok pelanggan yang captive.
·         Organisasi pemerintah adalah pembeli barang dan jasa yang utama. Mereka umumnya mengharuskan pemasok mengajukan penawaran dan sering memberikan kontrak kepada penawar terendah.

12 MARET 2018
PERTEMUAN 12
MENGIDENTIFIKASI SEGMEN DAN TENAGA PASAR

1. Apakah tingkat-tingkat segmentasi pasar yang berbeda ?
2. Bagaimana perusahaan dapat membagi pasar dalam segmen-segmen ?
3. Bagamaina perusahaan harus memilih pasar sasaran yang paling menarik ?
4. Apa syarat segmentasi pasar yang efektif ?

JAWABAN
1. a. Mass Marketing (Pemasaran Massal), : Dalam pemasaran massal, penjual menjalankan produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal atas produk tertentu bagi semua pembeli dan dapat menciptakan potensi pasar yang terbesar, yang akan menghasilkan biaya yang lebih rendah yang pada gilirannya dapat menghasilkan harga lebih rendah atau marjinal lebih tinggi.
b. Segmentasi Marketing (Pemasaran Segmen), : Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama. Dengan demikian, perusahaan akan membedakan antara pembeli mobil yang sangat mencari transportasi dasar yang murah dan mereka yang mencari pengalaman berkendaraan yang mewah, sebagai contohnya.
c. Niche Marketing (Pemasaran Relung), : Kelompok pelanggan yang mencari bauran manfaat yang terbedakan (distinctive).
d. Macro Marketing, : dapat dikatakan bahwa macro marketing adalah (complete segmentasion) yaitu dalam macro marketing adalah gabungan dari tingkatan-tingkatan segmentasi yang berbeda yang telah disempurnakan dari gabungan tersebut.
2. Perusahaan dapat membagi pasar dalam segmen-segmen dengan menggumakan beberapa variabel yang digunakan dalam segmentasi pasar konsumen, seperti Segmentasi Geografis, Segmentasi Demografis, Segmentasi Psikografis dan segmentasi Perilaku.
a. Segmentasi pasar konsumen : membentuk segmen pasar dengan menggunakan ciri-ciri konsumen (consumer characteristic), kemudian perusahaan akan menelaah apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda.
b. Segmentasi pasar bisnis : membentuk segmen pasar dengan memperhatikan tanggapan konsumen (consumer responses) terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunaan, daan merek.
c. Segmentasi geografis : Membagi pasar menjadi unit-unit yang berbeda negara, negara bagian, wilayah, propinsi, atau lingkungan rumah tangga.
d. Segmentasi Demografis : Terdiri dari usia, tahap hidup, jenis kelamin, penghasilan, kelas sosial, dan generasi
e. Segmentasi Psikografis : Meliputi gaya hidup, kepribadian, dan nilai.
f. Segmentasi perilaku : Meliputi kejadian, manfaat, tingkat pemakaian, status kesetiaan, sikap.
3. Dengan cara Memilih Segmen Pasar, Memilih strategi Peliput Pasar dan Mengevaluasi segmen-segmen yang berbeda, dan dengan mempertimbangkan lima pola pemilihan pasar sasaran,  yaitu :
a. Konsentrasi Segmen Tunggal, melalui pemasaran yang terkonsentrasi, perusahaan mendapatkan pengetahuan yang kuat tentang kebutuhan segmen dan meraih posisi pasar yang kuat di segmen tersebut.
b. Spesialisasi Selektif, Perusahaan memilih sejumlah segmen secara objektif, masing-masing segmen menarik dan memadai.
c. Spesialisasi Produk, perusahaan menghasilkan produk tertentu yang dijualnya ke beberapa segmen.
d. Spesialisasi Pasar, perusahaan berkonsentrasi untuk melayani berbagai kebutuhan kelompok pelanggan tertentu.
e. Cakupan ke Seluruh Pasar, perusahaan berusaha mlayani seluruh kelompok pelanggan dengan menyadiakan semua produk yang mungkin mereka butuhkan.
4.         Syarat-syaratnya, :
a. Dapat diukur. Ukuran, daya beli, dan profil segmen dapat diukur.
b. Besar. Segmen cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani.
c. Dapat Diakses, segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
d. Dapat dibedakan, Segmen-segmen secara konseptual dapat dipisah-pisahkan             dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap unsur dan program   bauran             pemasaran yang berbeda.
e. Dapat dilaksanakan, Program-program yang efektif dapat dirumuskan untuk             menarik dan melayani segmen-segmen tersebut.

Kamis, 10 November 2016

Makalah Pemanfaatan ICT



MAKALAH PENGANTAR APLIKASI KOMPUTER
PEMANFAATAN ICT

logo_unpam.png

DISUSUN OLEH :

NAMA 
1.    RIZKA MELATI PUTRI
2.    SALMAN AMIRUDDIN HARFI
3.    SHYLVIA ANDINI PUTRI
4.    SOFI NUR FITRIANI
5.    TANIA RACHMAWATI


PROGAM STUDI EKONOMI
FAKULITAS MANAJEMEN UNIVERSITAS PAMULANG
SEMESTER GANJIL

JL. SURYA KENCANA NO.1 PAMULANG BARAT
TELP(021) 7412566,FAX.(021) 74709855
TANGERANG SELATAN-BANTEN

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penulisan makalah yang berjudul ”Pemanfaatan ICT“ yaitu untuk menambah pengetahuan  dan wawasan mengenai ICT, penulis dan pembaca dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu menyiapkan, memberikan masukan, dan menyusun makalah yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Aplikasi Komputer ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang dapat dijadikan masukan dari pembaca sangat diharapkan guna menyempurnakan makalah ini dalam kesempatan berikutnya.
Semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan tentang ICT, serta para pembaca.


DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................................................... i       
Kata Pengantar......................................................................................................................... ii
Daftar Isi.................................................................................................................................. iii
BAB I
1.1  Pengantar................................................................................................................... 1
1.2  Tujuan Perkuliahan..................................................................................................... 1
BAB II
2.1  Pengertian ICT........................................................................................................... 2
2.2  Cakupan ICT.............................................................................................................. 2
2.3  Peran ICT Dalam Bidang Pendidikan....................................................................... 3
2.4  Beberapa model penggunaan ICT sebagai alat bantu pembelajaran.......................... 5
2.5  Prinsip Penggunaan ICT dalam Pembelajaran........................................................... 9
2.6  Dampak ICT / TIK Dalam Pembelajaran................................................................... 9
Kesimpulan............................................................................................................................... 11
Daftar Pustaka.......................................................................................................................... 12

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       PENGANTAR
Pesatnya perkembangan TI, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Dilingkungan pertenaga pendidikan tinggi, pemanfaatan IT lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronic university (e-University). Pengembangan e-University bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga pertenaga pendidikan tinggi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam maupun diluar pertenaga pendidikan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.
Penerapan TIK / ICT memiliki keunggulan tersedianya informasi secara luas, cepat, dan tepat, adanya kemudahan dalam proses pembelajaran dan dukungan teknologi untuk memudahkan proses belajar mengajar. Penerapan TIK / ICT juga memiliki keunggulan khas yaitu tidak terbatasi oleh tempat dan waktu. Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional juga telah merespon keadaan di atas dan adanya era informasi ini dengan merumuskan kebijakan peningkatan akses, efisiensi, efektivitas dan kualitas pendidikan serta manajemen pendidikan dengan implementasi ICT.

1.2.       TUJUAN PERKULIAHAN
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai ICT dalam media pendidikan. Setelah menyelesaikan perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:
1.    Memahami Teknologi Infomrasi / ICT
2.    Memahami Pemanfaatan ICT dalam pendidikan.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. ICT
1.    Pengertian ICT
ICT adalah Information and Communication Technologies atau yang biasa di kenal dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi ). TIK mecakup 2 teknologi yaitu, Teknologi informasi yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat satu ke yang lainnya.
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

2.    Cakupan ICT
Teknologi yang termasuk dalam cakupan ICT :
Modem, Gambar Satelit, E-book reader, komputer, game, desktop, Jaringan(Network) Laptop, Notebook, Netbook, Wi-fi, Internet, Hardisk drive, Tablet, Router, Persona Digital Assistants (PDA), Kamera digital, Camcoder, Memori Card, Interactiv Whiteboard, Data Projector, GPS, Vide Conference, DVD, CD, Sensor, Radio, Televisi, Flash drive, Voice over Internet Protocol (VoIP), Kamera ponsel, Scaner, Printer, Instant Messaging, Mobile Phone, Email, MP3 Player dll.

           

3.    Peran ICT Dalam Bidang Pendidikan
Peranan TIK dalam dunia pendidikan mempunyai pengaruh yang luar biasa besar.Sistem pengajaran berbasi multimedia (teknologi yang melibatkan teks, gambar suara, dan video) mampu membuat penyajian suatu topik bahasan menjadi menarik, tida monoton dan mudah untuk dicerna. Seorang murid atau mahasiswa dapat mempelajar materi tertentu secara mandiri dengan menggunakan computer yang dilengkapi progr yang berbasis multimedia. Selain itu dengan munculnya internet yang mempermuda dalam mencari , membuat, dan membantu menyelesaikan segala urusan yang berkaita dengan tugas dengan sangat mudah dan cepat. Nyatanya tak hanya kalangan mahasisw dan murid di sekolahan yang menggunakan tetapi masyarakat pun ikut serta dala pemanfaatan internet. Peran yang sangat penting dan strategis ini sebagai pusat belajar pusat budaya, dan pusat peradaban menuntut lembaga-lembaga pendidikan untuk dapa mengembangkan aktivitas pembelajaran yang jelas dan daya jangkau yang luas.Menuru penelusuran UNESCO (2013), ada lima manfaat yang dapat diraih melalui penerapan IC dalam sistem pendidikan:
a)    Mempermudah dan memperluas akses terhadap pendidikan;
b)   Meningkatkan kesetaraan pendidikan (equity in education);
c)    Meningkatkan mutu pembelajaran (the delivery of quality learning and teaching);
d)   Meningkatkan profesionalisme guru (teachers’ professional development);
e)    Meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, tata kelola, dan administrasi pendidikan.
Begitu besar peran ICT dalam pendidkan sehingga secara khusus pemerintah dalam Pustekkom Diknas membagi peran ICT menjadi 7 peran sekaligus sebagi pilar pembelajaran peran ICT tersebut yaitu:
a)    ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan.
Artinya dengan ICT sumber ilmu pengetahuan menjadi begitu kaya bahkan melimpah,  baik ilmu pengetahuan inti (core content) dalam pelajaran sekolah maupun sebaga materi pengaya pembelajaran (content suplement).Pada fungsi ini internet memilik peran besar sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapa diakses secara luas yang didalamnya telah terkoneksi dengan ribua perpustakaan digital, jutaan artikel/jurnal, jutaan e-book, dan lan-lain.
b)   ICT sebagai alat bantu pembelajaran.
Artinya bahwa pembelajaran saat ini lebih mudah dengan bantuan ICT, untuk menghadirkan dunia di kelas dan dapat disajikan kepada seluruh siswa melalu peralatan ICT seperti multimedia dan media pembelajaran hasil olahan compute seper poster, grafik, foto, gambar, display, dan media grafis yang lainnya. Pemanfaatan C Interaktif, Video Pembelajaran, Multimedia presentasi, e-learning termasuk pad bagian ini.
c)    ICT sebagai standar kompetensi
Artinya ICT sebagai mata pelajaran yang kita kenal Mata Pelajaran TIK. Mata pelajaran ini berisi standar kompetensi.
d)   ICT sebagai fasilitas pendidikan.
Dalam hal ini ICT sebagai saran yang melengkapi fungsi sekolah sebagai lembag pendidikan, terutama fasilitasfasilitas yang bernuansa elektronik seperti labolatoriu komputer, peralatan di laboratorium bahasa, raung multimedia, studio rekaman suara studio musik, studio produksi video dan editing.
Selain peran ICT diatas, terdapat pendapat lain tentang peranan ICT dalam bidang pendidikan yaitu :
a)    ICT sebagai Keterampilan (skill) dan Kompetensi :
·      Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompentensi dan keahlian menggunakan TIK untuk pendidikan.
·      Informasi merupakan “bahan mentah” dari pengetahuan yang harus diolah melalui proses pendidikan.
·      Membagi pengetahuan antar satu peserta didik dengan yang lainnya bersifat mutlak dan tidak berkesudahan.
·      Belajar mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi pendidik, peserta didik, dan stakeholder.
b)   ICT sebagai Infrastruktur Pendidikan:
·      Saat ini, bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan model yang beragam seperti multimedia.
·      Para pendidik, instruktur dan peserta didik secara aktif bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.
·      Proses pendidikan seharusnya dapat dilakukan dimana dan kapan saja.
·      Perbedaan letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan pendidikan.
c)    ICT sebagai Sumber Bahan Belajar:
·      Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian cepatnya.
·      Buku-buku, bahan ajar, dan referensi diperbaharui secara kontinyu.
·      Tanpa teknologi, proses peserta didikan yang “up-to-date” membutuhkan waktu yang lama.
d)   ICT sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pendidikan:
·      Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia nyatanya.
·      Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untu mempercepat penyerapan bahan ajar.
·      Rasio antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi tergantung pada proses dan pemberian fasilitas.
e)    ICT sebagai Pendukung Manajemen Pendidikan:
·      Setiap individu memerlukan dukungan pendidikan tanpa henti setiap harinya.
·      Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholdermemerlukan pengelolaan back-office yang kuat.
f)    ICT sebagai Sistem Pendukung Keputusan:
·      Pendidik seharusnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan pada berbagai bidang ilmu.
·      Sumber daya terbatas, pengelolaan yang efektif seharusnya dilakukan. Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan dan kualitas.

4.    Beberapa model penggunaan ICT sebagai alat bantu pembelajaran
a)    CAL (Computer Assisted Learning)/CAI(Computer Assisted Instructional)
Computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer, merupakan off-line program instruksi sehingga tidak tergantung pada akses ke internet. Sistem – sistem komputer dapat menyampaika pembelajaran secara langsung kepada para siswa melalui cara berinteraksi denga mat pelajaran yang diprogramkan kedalam sistem, inilah yang disebut pengajaran denga bantuan komputer.
Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) atau Computer Assisted Learnin (CAL) adalah pembelajaran yang melibatkan penggunaan computer untuk mempresentasikan materi belajar, tutorial dan umpan balik kemajuan belajar siswa Pengertian Computer-Assisted Learning atau “pembelajaran berbantuan computer adalah aplikasi komputer sebagai bagian integral dalam sistem pembelajaran terhada proses belajar dan mengajar yang bertujuan membantu siswa dalam belajarnya bisa melalui pola interaksi dua arah melalui terminal komputer mau pun multi arah yang diperluas melalui jaringan komputer (baik lokal mau pun global) dan juga diperlukan fungsinya melalui interface (antar muka) multimedia.
b)   E-learning
E-learning sering dihubungkan dengan aktivitas yang menggunakan computer dan dilakukan secara interaktif dan simultan. Salah satu definisi yang cukup dapat diterima banyak pihak misalnya dari Darin E. Hartley [Hartley, 2001] yang menyatakan: eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinka tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. E-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.
Komputer tidak sebagai sumber utama yang berisikan materi pokok atau isi dari setiap materi pembelajaran, tetapi penggunaan jaringan komputer harus menjaga kestabilan hubungan koneksinya sehingga aktivitas pembelajaran berjalan dengan baik. Definisi dari e-learning sebenarnya dapat diambil kemiripan dengan email, email adalah aktivitas yang berhubungan dengan mengirimkan surat secara elektronik dengan komputer dan jaringannya. Kasus yang sama juga pada e-learning, aktivitas yang bekerja menggunakan computer dan jaringannya. (internet dan intranet adalah merupakan jaringan) e-learning tidak membutuhkan materi pembelajaran yang tersusun secara spesifik, materi tersebut akan dikirimkan melalaui sistem komputer secara penuh, sedangkan komputer dan jaringannya harus terlibat pada sistem e-learning.
c)    Web-based learning
Web-based learning / pembelajaran berbasis web adalah pembelajaran yang berhubungan dengan materi ajar yang disajikan melalaui web browser (seperti internet explorer, mozila firefox, opera, netscape, dll), termasuk didalamnya adalah bagaimana penyajian pembelajaran tersebut dikemas menggunakan media CD-ROM maupun media penyimpanan yang lainnya. Pembelajaran berbasis web menyajikan materi pembelajaran yang ditampilkan melalui web browser, dan materi pembelajaran yang aktual dikirimkan atau dimasukkan ke dalam format web. Web-based learning memiliki analogi dengan textbook, di mana materi pemebalajaran dikemas seperti halnya buku, novel, maupun laporan.
Computer Based Training (CBT) yang didownload dari internet dan disimpan dalam format web, hasilnya bukanlah menjadi pembelajaran yang berbasis web selama isinya tidak terdiri dari materi pembelajaran yang lengkap. Materi pembelajaran berbasis web biasanya di dapat dari website, tetapi pembelajaran berbasis web tidak harus membutuhkan internet atau jaringan komputer. Sebagai contoh pembelajaran berbasis web yang dijalankan menggunakan CD-ROM, dimana seluruh materi pembelajaran telah masuk didalamnya, siswa hanya tinggal memasukan CD kedalam CD-ROM, kemudian siswa sudah dapat menggunakannya sebagai media pembelajaran. Penggunaan CD-ROM dapat lebih efektif dirasakan, jika di sekolah, rumah, atau komunitas yang tidak terkoneksi dengan internet, maka dapat menggunakan web-based learning tersebut.
d)   Online learning
Online learning adalah pembelajaran yang berhubungan dengan materimateri ajar yang dapat dibaca dan diakses melalui komputer. Materi yang disajikan mungkin saja dituangkan dalam bentuk web ataupun internet, atau yang paling mudah adalah terinstall dalam CD-ROM atau harddisk komputer. Online learning lebih berhubungan dengan konsep bantuan online, dokumentasi online, dan layanan online. Online learning menyediakan materimateri pembelajaran yang mengajak siswa atau pengguna dapat langsung membaca dengan menggunakan peralatan komputer.
Pada umumnya, online learning merupakan aktivitas untuk mengakses sumber-sumber materi pembelajaran yang bersangkutan dengan pokok materi yang sedang dipelajari. Bagaimanapun juga materi pembelajaran yang disediakan secara online di jaringan komputer juga merupakan online learning, pada kenyataanya konsep dari online learning muncul sebelum adanya istilah web dan sebelum materi pembelajaran disajikan melalui internet maupun jaringannya. Webbased learning yang dikases dari sumber utamanya dapat juga disebut sebagai online learning. Mencari maupun membuka aplikasi-aplikasi yang materinya tersusun secara terpisah bukanlah sebuah online learning, selama materi pembelajaran tidak didapatkan secara utuh dan mudah dibaca.
e)    Distance learning
Distance learning / pembelajaran jarak jauh melibatkan interaksi jarak jauh antara guru dan siswa, sehingga guru dapat secara langsung mangawasi siswanya. Menyiarkan secara langsung materi pembelajaran ke siswa bukanlah termasuk sebagai distance learning. Guru harus dapat berinteraksi secara langsung untuk dapat menerima tanggapan yang diberikan dari siswanya. Distance learning adalah konsep yang paling tua dibandingkan dengan konsepkonsep yang lainnya, pada distance learning tidak membutuhkan computer ataupun jaringannya.
Terminologi distance learning ini sejak dulu sudah ada, hanya dulu distribusi bahan ajar dan proses pembelajaran tidak menggunakan media elektronik, misalnya universitas terbuka yang dulu mengirimkan module pembelajaran lewat pos. Hanya, saat ini universitas yang menerapkan distance learning kebanyakan sudah menggunakan media elektronik untuk mendistribusikan bahan ajar dan proses belajar mengajar, dengan kata lain bias saja distance learning masuk ke definisi e-Learning untuk kondisi ini. Tapi tidak menjadi masalah kalau open university yang ada di dunia ini tetap menggunakan term distance learning, karena mungkin sudah lebih lama dan terbiasa digunakan.
Pembelajaran ini menghubungkan interaksi antara sebuah kelas atau perorangan yang terpisah secara ruang, dan memungkinkan pengajar berintaraksi dengan siswanya. Distance learning seperti siaran TV maupun pendidikan yang menggunakan metode dengan saling mengirim surat/berkas, tetapi masih juga dapat menggunakan e learning. Pada internet, interaksi pendidikan jarak jauh dibutuhkan antara pengajar dengan siswanya, pengajar dengan pengajar lainnya, maupun siswa dengan siswa yang lainnya. Distance learning yang saat ini sedang berkembang adalah internet based live instructor broadcast, video conferencing, chat, dan diskusi secara online yang di jadwalkan sebelumnya, dan bahkan penggunaan email untuk diskusi.
5.    Prinsip Penggunaan ICT dalam Pembelajaran
Prinsip umum penggunaan teknologi, dalam hal ini ICT, adalah sebagai berikut:
a)    Efektif dan efisien.
Penggunaan ICT harus memperhatikan manfaat dari teknologi ini dalam hal mengefektifkan belajar, meliputi pemerolehan ilmu, kemudahan dan keterjangkauan, baik waktu maupun biaya. Dengan demikian, penggunaan ICT yang justru membebani akan berakibat tidak berjalannya pembelajaran secara efektif dan efisien.
b)   Optimal.
Dengan menggunakan ICT, paling tidak pembelajaran menjadi bernilai “lebih” daripada tanpa menggunakannya. Nilai lebih yang diberikan ICT adalah keluasan cakupan, kekinian (up to date), kemodernan dan keterbukaan.
c)    Menarik.
Artinya dalam prinsip ini, pembelajaran di kelas akan lebih menarik dan memancing keingintahuan yang lebih. Pembelajaran yang tidak menarik dan memancing keingintahuan yang lebih akan berjalan membosankan dan kontra produktif untuk pembelajaran.
d)   Merangsang daya kreatifitas berpikir pelajar.

6.    Dampak ICT / TIK Dalam Pembelajaran
Seiring berkembangnya zaman, ICT/TIK semakin digunakan di dunia pembelajaran, hal itu bisa terjadi karena ICT/TIK dirasa membawa keuntungan baik bagi pengajar maupun pelajar, keuntungan atau dampak positif dari pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK tersebut antara lain adalah :
a)    Pelajar jadi lebih mudah dalam belajar, karena kebanyakan pelajra lebih suka praktek dibandingkan teori.
b)   Pengajar jadi lebih mudah mengajar jadi lebih mudah menyampaikan materi dengan membuat presentasi – presentasi.
c)    Bagi pelajar maupun pengajar, pemberian dan penerimaan materi atau tugas tidak harus bertatap muka, jadi jika pengajar berhalangan hadir tetap dapat member tugas atau materi melalui e-mail.
d)   Dalam membuat laporan baik bagi pelajar, maupun pengajar jadi lebih mudah karena jika memakai komputer, akan mudah dikoreksi jika ada kesalahan.
e)    Dalam belajar, baik pelajar maupun pengajar akan lebih mudah mencari sumber karena adanya internet.
f)    Pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK bisa dibuat menjadi lebih menarik, misalnya dengan memunculkan gambar atau suara, sehingga pelajar menjadi lebih antusias untuk belajar.
g)   Dalam pembelajaran yang menggunakan internet yang tidak dibatasi, sering kali pelajar menggunakan internet bukan untuk keperluan belajar, misalnya membuka situs youtube untuk menonton video dalam proses belajar.


KESIMPULAN
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies(ICT) merupakan media atau bantuan untuk melakukn kegiatan seperti pemrosesan,manipulasi,pengelolaan ,dan transfer/pemindahan informasi.ICT terdiri dari dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan pengertian untuk teknologi komunikasi yaitu semua hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat satu ke perangkat satu ke perangkat lainnya. Sehingga teknologi informasi dan komunikasi memiliki pengertian yang sangat luas yaitu semua kegiatan yang berkaitan dengan pemerosean, manipulasikan data,pengelolaan,pemindahan informasi.
ICT sangat diperlukan dalam pembelajaran di era sekarang ini. Dengan prinsip penggunaan ICT yang efektif dan efisien,optimal,menarik, dan merangsang daya kreativitas, ICT menjadi salah satu media pembelajaran yang banyak digunakan di berbagai bidang pendidikan karena meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran. Pengguanaan ICT dalam pembelajaran anataran lain sebagai tutotial, eksplorasi, alat aplikasi, dan komunikasi.
Penggunaan ICT di Indonesia ini sangat diperlukan untuk memajukan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia serta menjadi pemicu bangsa Indonesia untuk lebih berkurang. Di Negara-negara maju penggunaan ICT juga belum bias merata sehingga masih bias diusahakan untuk Indonesia lebih memanfaatkan pembelajaran yang berbasis ICT ini.


DAFTAR PUSTAKA

Ø Tian Belawati, (2003), Indonesia ICT Use in Education, UNESCO Meta-survey on the Use of Technologies in Education
Ø Warsita, Bambang. 2008. Teknologi Pembelajaran, Jakarta: PT. Rineka Cipta
Ø Nasution, S. 2005. Teknologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara
Ø Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.